Langsung ke konten utama

Postingan

Selamat Tinggal, Sayang.

  Kamu yang memulai semuanya. Kamu memberiku harap Baik dan hangatmu yang tertuju padaku, dulu aku menyukainya Harummu yang aku kenal, selalu membuatku berdebar Kalimat yang keluar dari bibirmu, selalu aku suka Tapi, Kenapa begitu cepat berubah? Hanya karena ada DIA, yang bertemu kamu 1 kali 1 minggu. Perubahan itu terasa. Teramat terasa. Sayangnya, kamu tidak menyangkal itu. Diammu, aku anggap pembenaran dari semua hal yang terjadi. Selamat tinggal, sayang Tidak akan ada lagi perhatian yang aku berikan untukmu Tidak akan ada lagi senyum yang kutorehkan padamu Tidak akan ada lagi rasa itu. Benar benar selesai. semunya.
Postingan terbaru
 Ini tentang perasaanku yang tanpa aku sadari, ia tlah mati. Juni 2018, itu saat pertamakali aku menyadari bahwa aku menaruh perasaan padamu. Meski dunia berkata bahwa Kamu mencintainya, aku tetap pada pendirianku. Dan tiba-tiba, kamu memberi perhatian lebih, lalu meninggalkannya. Aku tidak bahagia, tapi tidak juga sedih. Hanya saja, saat itu aku berpikir bahwa kamu mulai sadar pada perasaanmu. Tahun demi tahun berjalan, kamu tetap sama. Memberi peluang dan harapan. Seperti bahwa perasaanku terbalas. Lalu, 2022 kamu menghilang. Tak ada kabar, tak ada cerita, tak ada sedikitpun kamu bertanya. Dan kembali lagi dengan cerita yang berbeda. Kamu membawanya. Pertunangan itu terjadi tanpa aku tahu dari mulutmu. Anehnya, aku tidak menangis. Tapi tentu saja tidak bahagia. Aku masih berharap jika kamu akan menoleh sedikit saja kebelakang, menyatakan perasaanmu, dan memberanikan diri.          Sayangnya, kamu tidak seberani yang aku pikir. Kamu melanjutkan hubungan ta...
Dear Sirius, Ada beberapa waktu aku merindukan kenangan kita.   Hanya saja, kenangan itu berlaku untukku. Aku mencoba untuk menjangkau kamu, sayangnya, kamu terlalu jauh. Tidak menggapai hadirku Tidak ada aku dalam duniamu, yang tersisa Sirius, duniamu begitu tinggi, hingga menggapaimu terlalu sulit. 2 minggu yang lalu, Hatiku memberontak, aku beranikan diri untuk menemuimu Tapi Sirius, kamu menolak Tidak dengan katakata, kamu tidak menemui-ku Juga tidak memberiku kabar, atau hanya sekedar menyapa Sirius, Aku menganggap kamu menjauh Jauh hingga tak tergapai Duniamu bukan aku Tapi hingga saat ini, duniaku adalah kamu. Sirius, Hingga aku menulis hari ini Hatiku masih memberontak Tapi aku bisa mengendalikannya, Terimakasih atas semua hal baik yang pernah kamu lakukan Terimakasih, kamu yang berjanji dan menenangkan-ku saat itu Terimakasih, atas hadir-mu Dan aku rindu.

Vana Ilusion

Pagi hari bersama musik yang mengalun dari radio di rumah ini. Hari ini saya ingin bercerita perihal teman yang sempat menghilang. Teman yang terbunuh keadaan, duluu. Dia datang lagi. Teman yang kemarin saya ceritakan. Dia sudah baik baik saja. Dia bahkan bisa tersenyum dan tertawa dengan orang lain. Dia memiliki teman. banyak sekali. Saya rasa saya tidak perlu khawatir mengenainya lagi. Matanya tampak hidup. Ia sering berbincang dengan teman sebayanya. Meluapkan emosi yang seharusnya, saya pikir dia sudah memiliki pundak untuk bersandar. Tangan yang siap menghapus air matanya. Hati yang dengan tulus mendengarkan dan menasehatinya. Dia memiliki semuanya. Bahkan orangtuanya siap untuk mendengarkan keluh kesahnya tanpa penuntutan untuk menjadi sempurna. Orangtuanya menggenggam erat tangannya ketika ia terjatuh.  Orangtuanya memeluk dirinya ketika ia memikul beban berat. Ia baik baik saja. sangat baik baik saja. Orangtuanya menjadi sandaran dikala ia sedih, be...

Senja

01 Februari 2019, Dirumah bersama angin yang cukup kencang dan suasana hati yang sedikit gundah-kesal. Saya mencoba menuangkan kembali kenangan demi kenangan yang sudah hampir hilang. Tapi, sebelum itu saya ingin menyampaikan tentang suatu hal padamu. Jika setelah ini saya tidak mengingat apapun, maka jangan salahkan saya. Karena, saya rasa sudah waktunya kenangan ini hilang. Telah lama dibungkus rapi, tidak baik untuk selalu disimpan. Jika setelah ini, saya tidak ada. Jangan salahkan saya, karena setiap orang selalu memiliki hak untuk hidupnya. Termasuk kamu dan hidupmu! Januari 2012 (Kalau tidak salah) Kita dipenghujung waktu. Saya merasa bahwa waktu terus mengejar kita. Seolah memburu untuk merebutmu secara cepat. Perlahan-lahan, keributan itu mulai hilang. Saya terbiasa asing atau menjadikan asing. Tapi tetap mencoba asyik ketika kamu datang. Dan, kamu pun kembali menjadi sahabatku yang dulu... duluu sekali. Sebelum dia.  Kamu selalu menanyakan hariku. Atau berdiskus...

Senja

Sore Sirius. Saat ini belum senja. Tapi entah kenapa saya ingat senja. Suka Senja. Dan jatuh cinta kembali dengan senja. Setelah beberapa tahun ini saya membencinya. Setelah kepergian-mu. Sirius, saat ini hati saya tidak memberontak untuk bertemu. Tidak juga memaksa untuk mengingat tentang kita. Tapi, saya sudah berjanji untuk menulis tentang kita. Agar suatu hari  nanti, ketika saya kembali memberontak, saya bisa membaca tentang kita. Saya takut, penyakit lupa ini semakin menguasai saya. Dan terjadi padamu. Saat itu, saya marah. Marah karena, hal yang biasa kamu lakukan pada saya. berubah. drastis. Kamu yang selalu bercerita dan meminta pendapat pada saya. Tiba-tiba menghilang secara perlahan. Seolah dia adalah tempat ternyaman bagimu membagi cerita dan keluh kesah. Kamu baru mengenalnya. Dan saya rasa, semua sahabat akan merasakan hal yang sama, ketika sahabatnya menemukan sahabat baru. Desember 2011 Hari itu, disengaja atau tidak. Kamu yang selalu bersama saya kema...

Kita Pernah Salah

Semua Orang pernah salah, Karena tidak semua yang kita anggap baik, baik untuk orang lain Semua orang pernah terluka Karena tidak semua orang, memiliki hati yang besar Semua orang pernah Kecewa, Karena tidak semua orang bisa menghargai Kita Pernah salah Karenanya, diciptakan hati yang lunak Siap untuk menerima maaf dan  meminta maaf. Karena Kita pernah Salah Hidup dari kehidupan sebelumnya. Belajar memperbaiki. Hari itu, hari kemarin, hari ini saya pernah kecewa Hari itu, Hari kemarin dan hari ini saya pernah salah Tapi, hari esok, saya tidak mengizinkan hati saya kecewa Tapi hari esok, saya bisa saja melakukan kesalahan. Kau juga.... Pelengkap dari kata 'Kita' Kau juga pernah salah Hanya saja, Kau tidak menyadarinya Dan aku, bertugas mengingatkanmu Jika kau marah? itu urusanku- urusanmu juga! Karena kau Temanku. Begitulah,,, Kita pernah salah Semua orang pernah salah Tak mengapa! Karena kita manusia. Kita hidup. Kita pernah salah! Dan yang te...